"Pulang."
Kalimat itu satu-satunya yang mampu meluncur dari bibirku. Aku sangat letih untuk berpikir atau mencerna. Kamu beranjak tanpa sepatah katapun keluar dari mulutmu. Wajahmu menampilkan ekspresi yang susah ditebak. Ah aku benci menebak-nebak begini.
"Mampirlah dulu." Kutarik tanganmu setengah memaksa.
"Aku capek. Aku pulang dulu ya. Lain kali aku mampir," jawabmu datar, masih meneruskan sikap anehmu seharian ini.
"Tumben? Masih belum terlalu larut. Ayo masuklah, aku buatkan jus buah favoritmu."
"Baiklah. Tapi bukan karena sogokan jus buah. Memang aku ingin menyampaikan sesuatu."
Kamu mengikuti masuk ke dalam rumah. Langsung duduk di sofa yang sudah kamu kenal sejak ribuan hari lalu. Seperti janjiku, kubuatkan segelas jus jeruk kesukaanmu. Hati-hati, kuletakkan gelas bening itu di hadapanmu.
"Minumlah." Kupersilahkan kamu meneguknya. Satu tegukan disambung satu helaan nafas, lalu kamu memandangku tajam. Apa aku sudah berbuat kesalahan. Kamu tidak bersikap seperti biasanya, itu sudah cukup membuatku lelah berspekulasi karena kamu selalu menekankan tidak ada apa-apa.
"Maaf, sebelumnya aku minta maaf." Jeda. Hening. "Tapi aku mau kita putus."
Kutelan ludah. Buru-buru menata jalan pikiran sebelum aku jad histeris mendengar ini. Sekujur tubuhku melemas.
"Kenapa? Ada apa?" Aku butuh penjelasan yang masuk akal. Mengingat tidak pernah ada masalah di antara kami. Hubungan kami juga berjalan baik-baik saja.
"Karena perasaan yang aku rasakan tidak lagi sama." Jawabmu singkat dan tenang. Nyaris tanpa emosi.
"Orang ketiga?" Sergahku. Pusing, kepalaku berputar-putar.
Kamu menggeleng yakin, seulas senyum yang sangat aku sukai itu muncul sekilas.
"Bukan. Tidak ada orang ketiga. Tapi percayalah, keputusan ini aku buat dengan pertimbangan yang matang. Aku merasa tidak adanya lagi perasaan yang dulu muncul saat bersama kamu."
Pernyataan semacam itu belum mampu membuatku puas dan begitu saja menerima keputusannya.
"Kamu bosan? Karena kita sudah lama bersama?" Todongku lagi.
"Tidak kok, bukan karena bosan. Kebosanan mampu dikalahkan, tapi ketidakadaan perasaan ini membuatku merasa hubungan kita hampa. Aku tidak mau menyiksamu, dan membohongimu."
Pertahananku buyar, airmataku mengalir deras.
"Tapi dengan meninggalkanku justru kamu sedang menyiksaku. Kumohon, tumbuhkan lagi perasaanmu.Kita mulai lagi semuanya dari awal. Pikirkan lagi keputusanmu ini," kutatap wajahmu seperti terdakwa memohon pengampunan.
"Sudah kubilang, keputusan ini sudah mantap kuambil. Tidak bisa ditawar lagi. Kemarin-kemarin aku sudah mencoba, hasilnya sama, sia-sia. Maafkan aku."
Kuusap airmataku yang meleleh. Aku sibuk berpikir, bagaimana membuat sosok di hadapanku ini mengubah keputusannya. Aku tidak mau kehilangan dia, tidak pernah mau.
"Bohong! Kamu bohong bila mengatakan tidak mencintaiku lagi. Kamu sangat mencintaiku. Kita saling mencintai, itulah alasan kita bisa terus bersama sampai sekarang. Bukankah kita pernah berjanji untuk selamanya bersama? Bukankah kamu sendiri yang bilang tidak akan pernah meninggalkanku? Kenapa sekarang jadi begini? Kamu mengingkari janjimu."
Nada marah serta kecewa menyelimuti setiap perkataan yang keluar. Aku bisa apalagi?
to be continue..
Kerja di Kantor Akuntan Publik kayaknya emang jadi satu tantangan dan minat tersendiri buat mereka-mereka lulusan akuntansi. Terutama yang masih fresh graduate. Alasannya mungkin senada, yaitu untuk mencari pengalaman. Soalnya kalau kerja jadi auditor di KAP bakal banyak ilmu yang didapatkan, plus bisa mengaplikasikan pelajaran yang didapat di bangku kuliah.
Kali ini saya pengen share tentang cerita melamar kerja di salah satu dari big four KAP yaitu Ernst & Young atau biasanya disingkat E & Y, tapi bukan di kantor pusat Jakarta. Melainkan cabang E & Y di kota Surabaya. Kebetulan bukan saya sendiri yang melamar dan keterima. Lho kenapa? Yaiyalah, saya kan belum lulus kuliah, ditambah lagi saya nggak berasal dari jurusan akuntansi. Jadi cerita ini saya dapat dari 'seseorang', lalu saya tulis disini. Siapa tahu ada yang berminat buat ngikutin jejaknya kan ya? Here we go!
Proses Melamar. Bukan melamar sayaaaa, bukan. Tapi melamar ke E & Y. Karena setahu saya E & Y jarang banget buka lowongan secara publik atau roadshow ke kampus-kampus kayak KAP 3 huruf, sebaiknya kita yg berinisiatif menaruh lamaran. Langsung datang ke kantornya, bawa surat lamaran, CV dan ijazah atau transkrip. Masukkan map coklat, terus taruh deh di kantornya.
Proses Menunggu. Karena yang namanya KAP nggak selalu butuh orang dalam jumlah banyak, maka bersabar-sabarlah. Bisa jadi jangka waktu satu orang dan yang lain untuk dipanggil beda-beda. Dalam kasus ini bahkan sampai dua bulan lho nggak ada kabar, jadi pasrah aja. Lillahi ta'ala. :)
Tes Tahap Pertama. Setelah dapet panggilan via telepon dari E&Y, persiapkan diri buat tes tahap pertama. Tesnya dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama tesnya adalah TOEFL. Jadi sebaiknya jauh-jauh hari sudah berlatih mengerjakan soal-soal TOEFL. Di sesi kedua giliran tes tertulis seputar kemampuan akademik. Tesnya berbentuk multiple choice, pertanyaannya nggak jauh-jauh dari materi akuntansi, audit dan pajak.Oiya, ada soal esainya juga sih, dua nomer, pertama disuruh ngaudit laporan keuangan, disajikan neraca perusahaan dan kejadian-kejadiannya. Kedua, disuruh bikin neraca, disediakan akun-akun secara acak.
Tes Tahap Kedua. Tahap selanjutnya ini nunggu pengumuman kira-kira selama dua minggu. Waktu itu sih kepotong libur lebaran. Nah, di seleksi kedua ini tesnya berupa interview semacam ujian kompre. Pertanyaannya tentu aja seputar audit dan akuntansi secara umum. Setelah itu silahkan menunggu dikabarin lagi. Sekitar satu mingguan kalo nggak salah.
Tes Tahap Ketiga. Kalau di tahap ini kepanggil, bakalan tes interview seputar latar belakang keluarga, kehidupan pribadi, juga tentang kepribadian kita.
Tahap Keempat. Kalau kepanggil di tahap ini, Insya Allah lolos. :) Kita disuruh datang ke kantornya untuk dijelaskan tentang segala macam peraturan perusahaan termasuk tatacara berpakaian.
Pastinya seneng banget ya bisa gabung di big four KAP kayak E&Y gini. Tunggu dulu, sebelum diterima jadi pegawai tetap, waktu pertamakali masuk yang namanya anak baru statusnya masih anak magang selama enam bulan. Semua hak dan kewajiban sama seperti pegawai tetap. Bedanya, dilarang cuti selama enam bulan magang itu, plus kalau sakit belum ada tunjangan kesehatan, jadi nggak bisa klaim biaya berobat deh.
Tertarik masuk Ernst & Young Surabaya? Kirim lamaran aja kesini :
Plaza BRI Lantai 9
Jalan Basuki Rachmad 122.
Good luck :)
Assalamualaikum,
Selamat Pagi Anindita.
Wassalamualaikum,
Diriku Di Usia 22 Tahun
Menu sahur pakai sisa masakan pas buka puasa ditambah telor dadar.
Menu buka puasa atas inisiatif saya, masak perkedel tahu, sop bakso pakai sawi banyak, yup saya suka banget sama sawi. Plus ikan lele digoreng. Yummy! Takjilnya pakai es cincau atau biasa nyebut dg istilah es cao. Semuanya handmade lho... Hahaha. Yaiyalah handmade, masa pake kuping.
Alhamdulillah hari ini masih lancar ikut taraweh. Tema ceramahnya cukup menohok hati juga sih. Tentang perasaan cinta yang terlalu mendalam yang bisa mendatangkan bencana. Baik cinta terhadap lawan jenis yang menimbulkan cinta buta sampai perselingkuhan, cinta pada anak-anak sampai menimbulkan nepotisme, juga cinta terhadap harta yang menjurus pada gaya hidup hedonisme. Saya berharap semoga tidak menjadi golongan orang2 yang dimurkai oleh Allah SWT. Naudzubillahimindzalik.
Oiya, yang spesial hari ini adalah hari ulangtahun mama saya yang ke - 50 tahun. Wuoo setengah abad. Saya jadi ikut-ikutan ngerasa udah tua aja lho. Saya sama adek sudah menyiapkan suprise kecil berupa kue yang ditata seadanya. Hehe. Juga sebuah hadiah, benda kesukaan mama saya. Happy birthday Mommy. All my pray always with you.
Yuk semangat buat ibadah puasa besok-besok, ditambahkan tadarus dan sholat sunnah juga (:
Subhanallah Alhamdulillah, bener-bener bersyukur atas umur yang diberikan sehingga bisa menjalani ibadah puasa Ramadhan tahun ini. Buat saya benar-benar suatu karunia, karena atmosfer yang dibawa Ramadhan selalu berbeda. Selalu bikin saya pengen lebih rajin ibadah, bikin hati lebih tentram, menurut saya bukan sugesti pribadi tapi memang kenyataannya.
Sudah setengah tahunan ini saya vakum nulis blog. Ada rasa rindu sekaligus sedih. Jadi saya memutuskan untuk mengisi lagi blog saya, semoga istiqomah yaaa.. Nggak hanya ibadah lho yang butuh ketetapan hati. Haha. Nah. saya pengen ngisi blog ini dengan kegiatan saya selama Ramadhan satu bulan kedepan. Bismillah.
Isinya akan berkisar ttg postingan menu sahur, buka puasa, isi ceramah taraweh dan aktivitas lainnya. :D Enjoy !
menu sahur saya dini hari tadi adalah soto yang dibeli dengan sedikit pengorbanan. karena beli kemalaman jadi harus muter-muter dulu keliling kota surabaya. berhubungan keasyikan makan, saya sampai lupa ambil gambar sotonya. haha. ini saya ambil dari blog lain. minjem yaa.. :)menu buka puasa saya, takjilnya es blewah sesuai request orang-orang rumah. kemudian untuk main coursenya, haha, maklumin gambar yg kurang memadai. tampilannya memang agak acak adul, ikan mujaer goreng, fillet pindang dan sop.. tapi rasanya jangan diragukan. :D itu semua yang membuat saya dan adik saya.
malam ini waktu taraweh saya bertemu dengan teman les semasa SMP, jadilah sedikit nostalgia. tapi saya berusaha multitasking mendengarkan isi ceramah yang intinya adalah akselerasi iman harus dilakukan dlm bulan Ramadhan ini. Jangan hanya akselerasi berbelanja saja, karena bulan puasa ini memang boros-borosnya orang. Penjualan pakaian, kendaraan dan bahan makanan mengalami peningkatan.
sebenarnya saya juga heran dan menyayangkan kondisi semacam itu. kenapa di bulan yang katanya penuh berkah, rahmat dan ampunan malah jadi makin konsumtif. kalau saya pribadi, hanya satu yang saya inginkan, beribadah dengan lebih khusyuk. :) saya bener-bener berharap bisa terlahir jadi pribadi yg lebih baik secara hablum minallah dan hablum minannas. amin.
kamu hanya tahu aku tertawa
kamu hanya tahu aku mencinta
kamu hanya tahu aku mengeluh
kamu hanya tahu aku kemudian baik-baik saja
tapi kamu tidak pernah tahu...
ada luka yang sepertinya tidak sembuh
berusaha diabaikan
malah jadinya semakin berantakan
semakin menyulitkan
entah apa besok masih bisa berdiri seperti sekarang
atau hanya tersudut di antara serakan sisa-sisa kalian
mungkin itu saja, yang pantas aku dapat (dee)
Aku tidak tahu rasanya, dan tidak tahu asal mula istilah itu muncul. Selingkuh? Apa enaknya. Darimana sebenarnya penyakit yang kemudian mewabah itu. Sampai-sampai aku terkadang ingin membagi sedikit kadar setiaku pada orang-orang ini. Biar mereka semua mau sembuh. Bukankah punya pasangan satu saja sudah kewalahan luarbiasa. Sudah banyak waktu, tenaga dan biaya yang harus dikorbankan. Kenapa sih sampai ada yang bersedia menambah stok pasangannya jadi dua bahkan tiga atau lebih.
Aku bergidik setiapkali membuka folder di handphone-ku bapakku. Pria satu ini sungguh keterlaluan brengseknya. Berani-beraninya dia menyimpan foto wanita selain ibuku disini. Tidak hanya sebiji dua biji. Bahkan banyak sekali. Posenya juga menjijikkan, senyum-senyum kemayu, meringis, heh belum pernah aku tampar ya mukamu dasar wanita tak tahu malu. Mungkin aku masih bisa terima, jika wanita di dalam foto ini lebih muda, cantik, seksi atau kelebihan-kelebihan fisik lainnya yang selalu jadi daya tarik kaum pria. Nyatanya? Wanita ini nilainya masih seperempat nilai ibuku. Ah, bapakku ini selain mata keranjang juga mulai turun standar rupanya.
"Jangan nilai bapak macam-macam. Kamu anak durhaka."
Brak! Pintu kamarku dibanting dan aku sudah biasa. Seluruh tubuhku bergetar. Demi Tuhan aku bersumpah takkan menangisi kelakuan laki-laki yang masih sedarah denganku itu. Selalu tidak mau mengakui kelakuannya, dengan segala dalih tak masuk akal. Ibuku? Akan selalu membelanya dengan penuh hormat seorang istri. Apa begini yang namanya cinta sejati itu, dibodohipun mau.
"Sudah! Berapa kali ibu bilang, kamu tidak boleh menuduh bapakmu sembarangan. Dasar kamu anak tak tahu diri."
Aku dibentak, dipelototi dan dijambak. Duh, besok-besok aku potong rambut saja. Biar tidak jadi sasaran begini.
Foto-foto, SMS mesra, telepon misterius yang penuh canda tawa kecentilan. Apa aku harus diam saja menghadapi perselingkuhan terang-terangan begini?
Aku menangis diam-diam dalam tidurku. Aib ini tidak ingin sekalipun aku tumpahkan pada siapa-siapa. Memalukan bukan. Dianggap durhaka dan bisa-bisa dikasihani orang kalau sampai mereka tahu. Aku hanya berharap, semoga aku mendapat pasangan yang setia. Yang baik hati, tidak seperti bapakku itu.